17 Tahun Mengabdi, Ponpes Nurul Islam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ribuan Santri
_(1)_(1)1.jpg)
Puncak acara diisi dengan Mauidhotul
Hasanah yang disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul
Islam, Abuya Dr. K.H. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. Dalam tausiahnya, Abuya
menekankan makna kehadiran Nabi Muhammad SAW yang membawa risalah utama bagi
umat manusia, yakni kewajiban menunaikan shalat. Beliau menegaskan bahwa shalat merupakan barometer
dari setiap amal ibadah sekaligus amalan yang pertama kali dihisab di akhirat
kelak, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW..jpg)
Abuya juga berpesan kepada seluruh hadirin yang mengikuti kegiatan, khususnya para santri putra dan santri putri, bahwa pelaksanaan ibadah sholat juga harus memperhatikan kualitasnya. Hal tersebut sesuai dengan yang termaktub di dalam Al-Qur’an bahwa sholat dapat membentengi siapa pun yang menjalankan kewajiban sholat lima waktu dengan baik dari perbuatan keji dan mungkar. Ini selaras dengan makna yang Abuya sampaikan bahwa tidak ada kebaikan apa pun dalam diri manusia yang tidak menjalankan kewajiban sholat lima waktu secara berkualitas.
Peringatan Maulid Nabi kali ini memiliki makna istimewa karena bertepatan
dengan milad ke-17 berdirinya Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Dalam
sambutannya, Abuya menceritakan kembali awal berdirinya pondok pesantren yang
didasari oleh kekuatan rohaniyah yang kokoh._(1).jpg)
Beliau berharap, melalui momentum yang baik ini, Pondok Pesantren Nurul Islam terus istiqamah mencetak para generasi muda Islam yang unggul, berakhlakul karimah, dan siap meneruskan estafet perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat saat ini dan akan datang.