17 Tahun Mengabdi, Ponpes Nurul Islam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ribuan Santri

  • My Coding
17 Tahun Mengabdi, Ponpes Nurul Islam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Ribuan Santri

MOJOKERTO, 25 Agustus 2026 — Suasana khidmat dan penuh kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Islam 2 di Kabupaten Mojokerto, pada hari ini. Seluruh warga pesantren yang terdiri atas jajaran pendidik, tenaga kependidikan, pegawai, serta para santri, termasuk civitas akademika SMA Global School Nurul Islam dan berbagai unit pendidikan lainnya, tumpah ruah mengikuti rangkaian agenda Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haflah Miladiyah ke-17 Pondok Pesantren Nurul Islam. 
Maulid Nabi dimulai tepat selepas Shalat Subuh, yakni sekitar pukul 04.30 WIB. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan tahlil bersama, pembacaan Ummul Kitab, dan lantunan shalawat Nabi yang menggema di lingkungan pesantren. Puncak kekhidmatan dan kerinduan kepada Rasulullah SAW terasa begitu mendalam ketika ribuan hadirin secara bersama-sama melantunkan Mahalul Qiyam.

Puncak acara diisi dengan Mauidhotul Hasanah yang disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Abuya Dr. K.H. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. Dalam tausiahnya, Abuya menekankan makna kehadiran Nabi Muhammad SAW yang membawa risalah utama bagi umat manusia, yakni kewajiban menunaikan shalat. Beliau menegaskan bahwa shalat merupakan barometer dari setiap amal ibadah sekaligus amalan yang pertama kali dihisab di akhirat kelak, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW.

Abuya juga berpesan kepada seluruh hadirin yang mengikuti kegiatan, khususnya para santri putra dan santri putri, bahwa pelaksanaan ibadah sholat juga harus memperhatikan kualitasnya. Hal tersebut sesuai dengan yang termaktub di dalam Al-Qur’an bahwa sholat dapat membentengi siapa pun yang menjalankan kewajiban sholat lima waktu dengan baik dari perbuatan keji dan mungkar. Ini selaras dengan makna yang Abuya sampaikan bahwa tidak ada kebaikan apa pun dalam diri manusia yang tidak menjalankan kewajiban sholat lima waktu secara berkualitas.

Peringatan Maulid Nabi kali ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan milad ke-17 berdirinya Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Dalam sambutannya, Abuya menceritakan kembali awal berdirinya pondok pesantren yang didasari oleh kekuatan rohaniyah yang kokoh.

Beliau berharap, melalui momentum yang baik ini, Pondok Pesantren Nurul Islam terus istiqamah mencetak para generasi muda Islam yang unggul, berakhlakul karimah, dan siap meneruskan estafet perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW di tengah masyarakat saat ini dan akan datang.

Klik Daftar
Santri Baru!